blog Detail

Node.js vs. PHP : Mana yang Lebih Baik untuk Pengembangan Web

PHP dan Node.js adalah tools yang sangat membantu dalam pengembangan web. Meskipun kedua tools tersebut memiliki beberapa perbedaan pada parameter tertentu.

Pemilihan alat atau Bahasa apa yang akan digunakan pada saat pengembangan web merupakan keputusan yang sangat penting pada saat mempertimbangkan sisi skalabilitas dan keefektifan aplikasi yang akan dikembangkan.

Ada banyak sekali cara dalam mengembangkan suatu website atau sistem informasi (SI), akan tetapi memastikan bahwa web yang dikembangkan memenuhi dan melampaui harapan membutuhkan pengembangan perangkat lunak yang dapat dioptimalkan sesuai dengan kebutuhan yang ditetapkan. Karena hal-hal tersebut, Node.js dan PHP sering menjadi topik bahasan dan diskusi antar pengembang perangkat lunak.

Dibawah ini merupakan beberapa perbedaan berdasarkan parameter yang berbeda untuk memahami kedua tools dan membuat keputusan tools apakah yang akan digunakan dalam pengembangan web berikutnya.

 

Synchronous vs. Asynchronous

PHP bersifat synchronous, yang dimana Bahasa tersebut lebih sabar dalam menunggu satu permintaan dan dan berpindah dari satu permintaan ke permintaan lainnya. Ketika PHP menerima permintaan file atau tugas yang dikirim ke dalam sistem file computer, kemudian terdpat masa tunggu ketika file/tugas dibuka dan dibaca. Setelah itu konten tersebut dikembalikan pada client (dalam kasus ini disebut pengguna), dan PHP siap untuk menangani permintaan berikutnya.

Hal tersebut berbeda lagi dengan Node.js yang bersifat asynchronous. Mesin (engine) JavaScript yang menjalankan seluruh permintaan/tugas, dijalankan sekaligus di waktu yang bersamaan tanpa menunggu satu permintaan/tugas yang dieksekusi dan mengeksekusi permintaan/tugas berikutnya jika permintaan/tugas sebelumnya telah dieksekusi.

Desain asynchronous Node.js menempatkan framework yang digunakan lebih unggul dari PHP. Dalam hal Node.js vs. PHP, Node.js jauh lebih cepat.

 

Peralihan Bahasa

Peralihan bahasa yang berbeda dikaitkan dengan penurunan efisiensi saat menulis kode. Mengubah antara beberapa bahasa pengkodean menyebabkan penurunan efisiensi programmer.

Di dalam PHP, pengembang terus menerus beralih antara bahasa dan sintaks yang berbeda. PHP merupakan bagian dari tumpukan LAMP yang mencakup MySQL (untuk database), PHP (untuk kode sisi server), dan linux. Semuanya memiliki sintaks yang berbeda , serta ditambah dengan memiliki pengetahuan yang baik tentang HTML, CSS, dan Javascript.

Karena Node.js ditulis dalam JavaScript, itu membuat kedua sisi server dan sisi klien berdasarkan JavaScript sehingga tidak perlu beralih antar bahasa. Javascript stack (MEAN atau MERN) lebih baik karena satu-satunya bahasa pengkodean dan sintaks yang digunakan adalah yang berbasis Javascript.

Dalam membandingkan peralihan bahasa Node.js vs. PHP, menggunakan Node.js memungkinkan lebih banyak kenyamanan.

 

Modul & Framework

Subjek modul dan kerangka kerja dapat menghasilkan hubungan antara pertimbangan Node.js vs PHP. Namun tetap penting untuk mengetahui apa yang dapat ditawarkan setiap perangkat lunak.

Di dalam PHP, pengembang dapat menggunakan modul PEAR dan composer untuk mengelola dependensi paket.

  • PEAR adalah kerangka kerja dan sistem distribusi untuk komponen PHP yang dapat digunakan kembali.
  • Komposer adalah alat untuk manajemen ketergantungan di PHP. Ini memungkinkan pengguna untuk mendeklarasikan perpustakaan tempat proyek bergantung dan itu akan mengelola (menginstal / memperbarui) mereka untuk pengguna.

PHP juga memiliki banyak kerangka fungsional untuk membantu dalam memenuhi kebutuhan pengembangan, Laravel dan CodeIgniter menjadi yang paling populer. Kerangka kerja ini membantu dalam pengembangan backend aplikasi web yang gesit, kuat, dan aman.

Node.js dilengkapi dengan sistem manajemen paket yang disebut NPM (Node Package Manager) dan registri yang mudah digunakan dan dipublikasikan. Kerangka kerja yang dimiliki oleh Node. Js antara lain seperti Express dan framework full-stack MVC Meteor dan Derby yang paling popular, serta tidak hanya itu framework baru terus bermunculan sesekali seperti koa.js, hapi, total.js, sails.js, dll.

Node.js dan PHP memiliki fasilitas serupa untuk modul dan kerangka kerjanya masing-masing.

 

Database

PHP digunakan dalam berkolaborasi dengan database tradisional / relasional seperti MySQL, MariaDB, PostgreSQL, dll. Terdapat jug acara dalam menggunakan sistem database NoSQL dengan PHP, akan tetapi hal tersebut tidak terlalu populer.

Node.js bekerja sempurna dengan database NoSQL (Tidak hanya SQL) seperti MongoDB, CouchDB, dan sistem database grafik seperti Neo4j. Di dalam paket NPM, hampir semua database tersedia di registri npm.

PHP dan Node.js memiliki kelebihan masing-masing dalam berkolaborasi dengan database.

Poin negatif  PHP : Sistem database MySQL sangat rentan terhadap serangan injeksi SQL, Cross-side scripting (XSS), dan lainnya.

Poin negatif Node.js : Meskipun tidak begitu umum, serangan injeksi NoSQL adalah kerentanan yang terdokumentasi. Tetapi dibandingkan dengan injeksi SQL, mereka dapat diabaikan. Alasan utama untuk ini adalah karena mereka baru dan desain kodenya sedemikian rupa sehingga mereka secara inheren tahan terhadap serangan semacam itu.

 

Tingkatan Kesulitan dalam Belajar

Kategori ini merupakan topik yang sangat diperdebatkan, karena sangat sulit membandingkan karena keduanya, PHP adalah suatu bahasa dan Node.js adalah lingkungan/ kerangka kerja. Dimana terkadang kedua hal tersebut saling berhubungan. Beberapa orang meneyebut PHP adalah bahasa termudah untuk dipelajari, akan tetapi tidak ada kurva pembelajaran untuk  pengembang web dengan Node.js karena setiap pengembang web harus terbiasa dengan JavaScript sejak awal - tidak peduli perangkat lunak apa yang mereka gunakan untuk pengembangan back-end.

 

Kinerja dan Performa

PHP dan Node.js jarus menjadi pilihan utama ketika ingin memprioritaskan kecepatan untuk pengembangan web. Faktanya, PHP 7 dua kali lebih cepat dari pendahulunya, yaitu PHP 5. Tetapi jika membandingkan Node.js dan PHP secara langsung, Node.js jauh lebih cepat daripada PHP dalam pelaksanaannya. Ketika membandingkan Node.js vs. PHP dalam hal kecepatan dan kinerja, yang menjadi pemenang tetaplah Node.js.

 

Skalabilitas

Secara teknis, kerangka kerja atau bahasa apa pun dapat diskalakan. Tetapi beberapa bahasa dan kerangka kerja lebih cocok daripada yang lain untuk ditingkatkan seiring waktu. Dalam hal ini, Node.js biasanya lebih disukai daripada PHP untuk skalabilitas karena membuat aplikasi PHP yang kompleks membutuhkan kemampuan bahasa yang lebih tinggi dari rata-rata. Node.js dapat menawarkan lebih banyak skalabilitas daripada PHP.

 

Kapan Memilih Node.js Dibandingkan PHP?

Node.js dapat memberikan nilai optimal untuk pengembangan web jika mencari fitur sebagai berikut.

Efisiensi Pengembangan

Jika pengembang ingin membuat suatu aplikasi dengan halaman tunggal yang dinamis, para pengembang mungkin menggunakan MongoDB, ExpressJS, atau AngularJS. Node.js pada umumnya digunakan bersama dengan stack ini untuk kemudahan pengembangan serta kinerja yang optimal.

Panggilan Balik Berkecepatan Tinggi dan Konsisten dari Server

Aplikasi web yang dikembangkan menggunakan Node.js cenderung berkinerja lebih baik saat mengirimkan permintaan ke server secara konsisten. Arsitektur asynchronous memungkinkan eksekusi non-pemblokiran yang sangat bagus untuk proyek apa pun yang membutuhkan kecepatan.

Data Real-Time

Karena kecepatan transmisi data dari server ke aplikasi dari sisi klien sudah optimal, Node.js sangat cocok untuk aplikasi web yang membutuhkan fungsionalitas data real-time.

 

Kapan Memilih PHP Dibandingkan Node.js?

PHP akan menjadi teknologi yang tepat, jika pengembang menginginkan fitur web sebagai berikut.

Server Terpusat dan Tanpa Kebutuhan Penskalaan  

Jika terdapat rencana mengalokasikan server terpusat tertentu ke aplikasi web yang tidak diskalakan di berbagai server yang lebih luas, PHP adalah tambahan yang sempurna untuk stack teknologi yang dikembangkan. Selain itu, pengembang dapat menggunakannya bersama Linux, Apache, dan MySQL.

Portabilitas

Meskipun PHP jelas memberi batasan pada jumlah server yang dapat disambungkan secara efektif, PHP juga memberikan portabilitas yang baik di antara server. Karena hal tersebut, pengembang web bisa mem-porting aplikasi web ke server mana pun yang memiliki Apache, IIS, dan fungsi dukungan database lainnya. Jika PHP digunakan dengan sistem manajemen konten seperti WordPress, Jumla, atau Drupal, hal tersebut dapat membuat situs web memiliki respon yang cepat dan dapat berjalan dalam waktu singkat.

 

Refrensi :

https://trio.dev/blog/nodejs-vs-php

https://www.geeksforgeeks.org/php-vs-node-js/

https://www.simform.com/nodejs-vs-php/

https://aglowiditsolutions.com/blog/node-js-vs-php/

 

Ingin tahu informasi menarik lainnya, silahkan kunjungi website kami di :

https://fittechinova.com/

 

Dan jangan lupa follow media sosial kami yang lain

Instagram          : fittechinova

linkedin              : https://www.linkedin.com/company/fti-global

Facebook           : Fit Tech Inova Global