blog Detail

Manajemen Proyek dengan Scrum : Pengertian, Artefak, dan Tahapan

Pengertian Scrum

Scrum adalah salah salah satu metode pengembangan perangkat lunak yang menggunakan pendekatan Agile. Pengertian lain dari Scrum adalah kerangka kerja yang menggunakan satu atau lebih tim yang cross-functional dengan proses pengembangan yang incremental (Perkembangan secara teratur).

Metode Scrum menggunakan iterasi tetap yang bernama Sprint, yang dijalankan dalam waktu dua minggu atau tiga puluh hari. Metode scrum terdiri dari sebuah tim yang memiliki peran dan tugas masing-masing. Tim tersebut harus berusaha untuk membangun produk (perangkat lunak) secara teratur yang telah siap digunakan dan telah diuji pada setiap iterasi proses.

Metode pengembangan Scrum mengedepankan proses kerja yang cepat dalam pengembangan perangkat lunak.

Metode Scrum memiliki beberapa prinsip dalam proses pengembangan perangkat lunak. Prinsip-prinsip tersebut harus dipatuhi agar penerapan Scrum menjadi lebih maksimal. Berikut adalah beberapa prinsip dalam menerapkan metode Scrum.

  1. Ukuran tim yang kecil atau sedikit dapat mempermudah komunikasi dan mengurangi biaya.
  2. Proses dapat beradaptasi dengan cepat dengan teknis dan bisnis.
  3. Proses dapat menghasilkan beberapa software.
  4. Pembangunan dan orang yang terlibat dalam pembangunan itu dibagi dalam beberapa tim kecil.
  5. Dokumentasi dan testing terus menerus terhadap software yang telah jadi.
  6. Produk dapat selesai kapanpun itu bila diperlukan.

 

Tahapan Pengembangan Scrum

Sebelum mengetahui tahapan metode scrum, anggota tim harus mengetahui artefak dari metode scrum. Berikut adalah artefak metode scrum.

1. Product Backlog

Product Backlog adalah daftar lengkap keinginan stakeholder terhadap produk yang akan dikembangakan. Product Backlog memberikan gambaran umum tentang apa yang akan dikerjakan pada sprint mendatang.

2. Sprint Backlog

Sprint backlog adalah daftar item yang akan dikembangkan selama sprint. Sprint backlog dibuat selama penyempurnaan berdasarkan item dari product backlog.

3. Increment

Increment adalah pengiriman sprint dan terdiri dari beberapa cerita pengguna yang bersama-sama menghasilkan produk yang berfungsi atau setengah jadi. Bagi para pemangku kepentingan, Increment dijadikan suatu indikator terhadap kemajuan yang telah dicapai oleh tim pengembang.

Berdasarkan artefak yang telah dijelaskan diatas metode Scrum dibagi menjadi beberapa fase atau event yaitu .

  1. Sprint Planning

Sprint di dalam proyek pengembangan perangkat lunak sering digunakan untuk aktivitas perancangan, pengembangan dan pengimplementasian perangkat lunak. Durasi sprint dalam pengembangan produk (perangkat lunak) antara 1 – 4 minggu.

  1. Daily Scrum (daily stand up)

Pada tahapan ini tim proyek mengadakan rapat harian sekitar 15 menit untuk merefleksikan pekerjaan yang telah disampaikan dari 24 jam terakhir dan untuk merencanakan pekerjaan untuk 24 jam berikutnya. Pada tahapan ini tim pengembang melaporkan hasil kerja mereka pada proses sprint.

  1. Sprint Review

Pada tahapan ini tim proyek mengadakan rapat untuk mempresentasikan hasil sprint kepada stakeholder. Hasil pada setiap scrum yang merupakan peningkatan produk yang berpotensi dapat dikirim, didemonstrasikan kepada pelanggan pada tahapan ini. Pertemuan ini memakan waktu sekitar empat jam dan tim menunjukkan kenaikan yang dibuat selama sprint.

  1. Retrospective

Pada tahapan ini tim Scrum merefleksikan kerja dan kolaborasi sprint sebelumnya. Setelah pertemuan ini, tim menentukan perbaikan proses untuk diterapkan di sprint mendatang. Acara ini biasanya akan berlangsung selama kurang lebih tiga jam.

  1. Refinement

Pada tahapan refinement tim bertemu bersama untuk membahas dan memprioritaskan persyaratan yang baru. Persyaratan tersebut kemudian digabungkan untuk membuat produk dan sprint backlog.

Setelah mengetahui fase dan artefak yang ada di dalam metode Scrum, maka urutan tahapan pengembangan proyek metode Scrum dapat dilihat pada gambar berikut.

Fase Scrum 6

 

Peran dan Tanggungjawab di dalam Scrum

Terdapat 3 peran di dalam Metode Scrum : Scrum Master, Product owner, Team

  1. Scrum Master

Tugas dari scrum master yang pertama adalah sebagai fasilitator pertemuan di dalam proses scrum. Lalu yang kedua adalah mengatur dan memanajemen tim untuk menghindari hambatan pada saat proses pengembangan. Tugas scrum master yang ketiga adalah memastikan praktik dan prinsip scrum terlaksana oleh tim pengembangan. Tugas scrum master yang terakhir yaitu memastikan tidak adanya item tambahan selama kegiatan sprint berlangsung.

  1. Product Owner

Pemilik Produk adalah seseorang yang menggunakan pengetahuan bisnisnya untuk memprioritaskan item ke dalam backlog produk. Pemilik produk adalah perwakilan bisnis dan bertaggung jawab untuk mengoptimalkan nilai dari pekerjaan.

  1. Development Team

Tim pengembangan memiliki tanggung jawab untuk membuat produk kerja. Tim ini harus bertindak cepat dalam menyelesaikan pekerjaan, oleh karena itu penyusunan tim direkomendasikan antara 3 sampai 9 anggota. Aspek penting dari tim pengembangan adalah bahwa tim ini harus dapat bekerja di lintas fungsi, mengatur diri sendiri, dan tidak memiliki hirarki.

 

Kelebihan dan Kekurangan Scrum

Metode Scrum juga memiliki keuntungan dan kerugian dalam penerapannya di dalam siklus pengembangan produk (perangkat lunak).

Berikut adalah kelebihan dan kekurangan dalam menerapkan metode Scrum.

Kelebihan

  1. Menghemat waktu dan biaya.
  2. Dapat mentransformasikan proses bisnis yang sulit diukur menjadi mudah untuk dikembangkan.
  3. Dapat lebih mudah dalam memantau dan mengontrol aktivitas peningkatan dan penurunan beban kerja yang dapat terjadi kapan saja.
  4. Dengan adanya short sprint dan constant feedback, metode scrum dapat dengan mudah mengatasi setiap perubahan yang terjadi.
  5. Dapat dengan mudah mengirim produk berkualitas dengan tepat waktu.

 

Kekurangan

  1. Stakeholder proyek atau manajemen akan terus menuntut fungsi dan fitur baru untuk disampaikan.
  2. Setiap tugas harus didefinisikan dengan baik, karena hal ini dapat mempengaruhi perkiraan biaya dan waktu pengerjaan proyek. Jika tidak didefinisikan dengan baik maka semua hal tersebut tidak akan akurat. Dalam kasus seperti ini, biasanya tugas dapat tersebar di beberapa sprint.
  3. Jika anggota tim tidak memiliki komitmen yang baik, maka proyek pengembangan tidak akan selesai atau bahkan bisa gagal.
  4. Penerapan metode scrum membutuhkan anggota tim yang handal, jika tidak maka proyek tidak dapat selesai sesuai dengan waktunya.

Jika sering terjadi pergantian anggota tim saat pengembangan proyek berlangsung, hal ini dapat menyebabkan efek yang kurang baik bagi perkembangan proyek tersebut, proyek akan semakin lama selesai dari waktunya. 

 

Refrensi

https://rachmat.id/kelebihan-dan-kekurangan-scrum

J. Baijens, R. Helms, and D. Iren, “Applying Scrum in Data Science Projects,” Proc. - 2020 IEEE 22nd Conf. Bus. Informatics, CBI 2020, vol. 1, pp. 30–38, 2020, doi: 10.1109/CBI49978.2020.00011.

M. I. Arsyawalfa and E. Handriyantini, “Pengembangan Sistem Informasi Pemungutan Pajak Reklame Berbasis Website Menggunakan Metode Scrum Pada Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Lombok Barat,” J-INTECH, vol. 08, pp. 53–64, 2020.

N. Lutfiani, E. P. Harahap, Q. Aini, A. D. A. R. Ahmad, and U. Rahardja, “Inovasi Manajemen Proyek I-Learning Menggunakan Metode Agile Scrumban,” InfoTekJar J. Nas. Inform. dan Teknol. Jar., vol. 5, no. 1, pp. 96–101, 2020.

K. Schwaber and J. Sutherland, “Panduan Scrum,” Imp. J. Interdiscip. Res., vol. 2, no. 12, pp. 293–298, 2017, [Online]. Available: https://www.scrumguides.org/docs/scrumguide/v2017/2017-Scrum-Guide-Indonesian.pdf.

 

Ingin tahu informasi dan berita menarik lainnya, silahkan kunjungi website kami yang di :

https://fittechinova.com/

Dan jangan lupa follow media sosial kami yang lain

Instagram           : fittechinova

linkedin              : https://www.linkedin.com/company/fti-global

Facebook           : Fit Tech Inova Global