blog Detail

Front End Framework Terbaik 2021

Cara untuk membangun dan mengembangkan suatu tampilan website dengan mudah adalah menggunakan framework. Dengan framework, pengembang dapat membuat tampilan website yang lebih dan professional dengan lebih cepat.

Pada saat ini sudah ada banyak framework yang dibuat untuk merancang dan mengembangkan suatu front end serta memiliki karakteristik masing-masing. Semakin banyaknya jenis front end framework maka semakin membuat bingung para pengembang untuk memilih framework mana yang cocok untuk mengembangkan front end pada aplikasi mereka.

Menurut survei yang telah dilakukan oleh stateofjs terdapat front end yang menempati 3 peringkat teratas dalam framework yang paling popular digunakan yaitu React yang menempati posisi pertama dengan skor keseluruhan 80%, lalu di posisi kedua ditempati oleh Angular dengan skor 56% dan di posisi ketiga ditempati oleh Vue.js dengan skor 49%.

Suvei State Of JsSumber : State of JS

 

React

React

React adalah framework front end yang paling popular sejak pertama kali diluncurkan. React berisi pustaka open-source JavaScript dan berbasis komponen dengan sintaks JSX. Pustaka tersebut digunakan untuk membangun UI secara spesifik dan interaktif. DOM (Document Object Model), fitur utama dari React yang membuat proses operasi yang luar biasa.

React sebagai framework memberikan kinerja yang sangat baik kepada pengembang dengan platform yang ideal dan stabil untuk mendaptakn lalu lintas yang tinggi pada suatu aplikasi web. React juga sangat SEO-friendly dan memungkin pengembang dalam menulis kode JavaScript dengan mudah.

Kelebihan dan Kekurangan framework front-end React adalah sebagai berikut.

Kelebihan

  • Komponen yang dapat digunakan kembali.
  • DOM virtual memastikan rendering yang cepat.
  • Memiliki komunitas pengembang yang sangat besar.
  • SEO-friendly
  • Aliran data satu arah memberikan kode yang stabil.

Kekurangan

  • Kompleksitas JSX yang membuat susah pengembang dalam mempelajarinya.
  • Memiliki dokumentasi yang buruk.
  • React hanya bekerja pada lapisan antarmuka pengguna.
  • Membutuhkan lebih banyak perpustakaan untuk mengembangkan aplikasi dan situs web yang kompleks.

 

Kapan menggunakan React?

Ketika pengembang akan mengembangkan antarmuka pengguna untuk aplikasi web satu halaman dan aplikasi seluler.

Namun, jika memang pengembang ingin membangun suatu aplikasi yang sangat kompleks, pengembang dapat memanfaatkan pustaka lainnya seperti Redux dan React Router.

Lalu yang terakhir, jika ingin mengembangkan situs web dan aplikasi web statsi maupun yang dinamis, pengembang dapat memanfaatkan Next.js, kerangka kerja front-end React open-source yang populer.

 

Kapan tidak menggunakan React?

Ketika pengembang tidak memiliki pengalaman apapun di pengembangan JavaScript.

 

Angular

Angular

Angular adalah framework front-end popular urutan kedua yang menggunakan bahasa TypeScript. Angular merupakan versi modifikasi dari AngularJS yang dikembangkan oleh Google.

Alasan utama mengapa Angular menjadi peringkat pertama dikarenakan proses update terbaru seperti penggantian modul, dukungan TypeScript 4.0, dll. Angular juga menyertakan fitur pengikatan data dua arah, yang membuat angular memiliki sinkronisasi instan antara model dan komponen view, dimana setiap perubahan pada model akan tercermin dan berbanding terbalik. Tidak hanya itu, Angular juga memiliki fitur seperti arsitektur MVC, CLI Angular, dan arahan, sedangkan dukungan SEO terbatas dan kurva pembelajaran yang curam menonjol sebagai kontra utama.

Pembelajaran pengembangan front-end menggunakan Angular adalah pilihan yang tepat untuk proyek berskala besar yang membutuhkan arsitektur yang dapat diskalakan.

 

Kelebihan dan Kekurangan framework front-end Angular adalah sebagai berikut.

Kelebihan

  • Dapat mengurangi biaya.
  • Dapat digunakan kembali dan dapat dipisahkan komponen.
  • Angular yang memakai bahasa TypeScript memastikan kode yang ditulis lebih ekspresif dan memiliki navigasi yang baik, serta membuat produk berkualitas lebih baik.
  • Mudah dalam melakukan pengujian.

Kekurangan

  • Struktur dan ukuran framework yang kompleks membuat aplikasi dinamis tidak bekerja sesuai harapan.
  • Memiliki sedikit opsi SEO dan aksesbilitas yang terbatas ke crawler mesin pencari.
  • Pengembang terkadang merasa sulit untuk mempelajari banyak konsep dari framework ini.

 

Kapan menggunakan Angular?

Ketika pengembang berencana untuk membuat aplikasi web progresif, aplikasi berbasis perusahaan, dan aplikasi web dinamis.

 

Kapan tidak menggunakan Angular?

Angular tidak cocok untuk membuat aplikasi dengan fitur dan fungsi yang ditetntukan. Selain itu jika tim pengembang hanya memiliki anggota yang sedikit, maka tidak disarankan untuk menggunakan framework ini karena kerumitanya sehingga sulit untuk dikelola.

 

Vue.js

Vue

Vue.js adalah framework front end popular urutan ketiga yang terinspirasi dari oleh angular.js dan react.js. Framework ini merupakan framework yang paling sederhana dan mudah untuk digunakan untuk membangun guna mengoptimalkan kinerja aplikasi.

Vue.js membantu pengembang dalam melakukan banyak tugas tanda adanya kerumitan. Karena alasan tersebut Vue.js menjadi salah satu framework yang popular. Tidak hanya itu Vue.js dapat menangani proses yang dinamis dan sederhan secara efektif.

Kelebihan dan Kekurangan framework front-end Vue.js adalah sebagai berikut.

Kelebihan

  • Mudah untuk dipelajari
  • Memiliki sintaks yang sederhana.
  • Memiliki dokumentasi yang terperinci.
  • Memiliki komunitas pengembang yang besar dan meningkat setiap tahunnya.
  • js menyediakan integrasi sederhana dengan library lain atau proyek yang sudah ada.

Kekurangan

  • Komponen-komponen yang dimiliki oleh framework ini cenderung tidak stabil.
  • Terdapat isu terhadap bahasa komponen dan plugin dari sebagian besar yang berasal dari komunitas Non-Inggris.
  • Kerumitan akan semakin meningkat jika digunakan dalam jangka panjang.
  • Memiliki pangsa pasar yang kecil dibandingkan react.js dan angular.js.

 

Kapan menggunakan Vue.js?

Ketika ingin mengembangkan antarmuka pengguna yang dinamis untuk aplikasi web dan selular, serta ketika mendesain semua hal dari awal dan ketika tim pengembang ingin membangun proyek besar.

 

Kapan tidak menggunakan Vue.js?

Ketika pengembang ingin membangun jenis aplikasi yang membutuhkan komponen yang tahan lama, maka tidak disarankan untuk menggunakan Vue.js dikarenakan framework ini memiliki masalah stabilitas komponen. Lalu jika pengembang membutuhkan dukungan dari komunitas terkait kueri dengan tingkatan yang lebih baik maka pengembang juga tidak disarankan untuk memakai Vue.js.

 

Refrensi :

https://www.gurutechnolabs.com/top-front-end-frameworks/

https://medium.com/radixweb/a-comprehensive-list-of-best-frontend-frameworks-to-consider-in-2021-8616ba9f3143

https://2020.stateofjs.com/en-US/technologies/front-end-frameworks/

 

Ingin tahu informasi dan berita menarik lainnya, silahkan kunjungi website kami di :

https://fittechinova.com/

 

Dan jangan lupa follow media sosial kami yang lain

Instagram  : fittechinova
linkedin     : https://www.linkedin.com/company/fti-global
Facebook   : Fit Tech Inova Global